ARTIKEL
BAHASA KASIH

Ada ungkapan yang menyatakan bahwa "Setiap anak pada dasarnya memiliki potensi untuk mencapai kesuksesan hidup, bahagia, dan mulia." Lalu, bagaimana menurut Anda? Benarkah ungkapan itu?

Menurut Anda, apa yang paling dibutuhkan anak untuk dapat berkembang secara optimal? Mungkin di antara kita ada yang menjawab dengan memberikan anak nutrisi yang cukup, lalu yang lainnya akan menjawab dengan memberi pendidikan yang baik. Kedua hal tersebut memang penting, namun yang paling dibutuhkan anak untuk berkembang secara maksimal adalah perasaan aman.

Perasaan aman ini terwujud jika anak merasa bahwa mereka dicintai/kasihi oleh kedua orang tua mereka. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui "bahasa kasih" agar dapat berkomunikasi dengan baik kepada anak. Setiap individu memiliki "baterai kasih" yang perlu diisi setiap hari. Penyampaian bahasa kasih yang efektif akan mengisi baterai kasih anak. Apakah anak merasa bahwa ia dicintai oleh orang tuanya? Orang tua yang terlalu sibuk dan tidak pernah memperhatikan anak, atau yang hanya memberikan materi namun tidak memberikan waktu yang cukup, mungkin tidak dapat mencapai keselarasan yang diharapkan.

Bahasa kasih adalah cara kita mengekspresikan cinta kepada orang lain dengan tujuan agar orang tersebut merasa dicintai. Terdapat lima bentuk bahasa kasih, yaitu:

1. Sentuhan Fisik: Kerinduan untuk disentuh atau menyentuh. Dengan cara ini, kita merasa dicintai atau mencintai.

2. Kata-kata Dukungan: Kerinduan untuk memberi mendengar mengucapkan kata-kata penyemangat, persetujuan, dan penghargaan. Cara ini bisa dilakukan dengan memuji.

3. Waktu Berkualitas: Kerinduan untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang dikasihi, dengan berbicara secara pribadi, memberikan perhatian terpusat terhadap anak, berbicara tentang hal-hal yang bermakna, dan dekat secara fisik dan emosi.

4. Pemberian Hadiah: Kerinduan untuk menerima atau memberi hadiah, bukan hal yang mahal namun hal yang kecil. Hal ini bukan suap atau kompensasi atas rasa bersalah anak dimana orang tua tidak dapat memberikan waktu kepada anak.

5. Tindakan Pelayanan: Kerinduan untuk melakukan hal-hal yang melayani kepada orang yang dikasihi. Bentuk pelayanan ini harus sesuai dengan usia anak, dan seiring dengan pertumbuhannya, anak perlu diajarkan untuk bisa melayani dirinya sendiri dan kemudian orang lain.

Tatapan anak juga sangat penting. Saat berbicara dengan anak, kita perlu menatap matanya, karena melalui tatapan mata inilah komunikasi jiwa yang sangat halus dan powerful terjadi.

Bahasa kasih terbentuk di dalam diri kita. Ada bahasa kasih dominan, dan ada yang lebih dari satu dominan. Perhatikan anak untuk melihat apa yang sering ia lakukan, apakah ia suka memuji, menemani, memberi hadiah, melayani, atau mengungkap kasihnya kepada orang lain. Perhatikan juga cara menghukum anak. Cara-cara yang bersifat kasar atau tidak sensitif bisa berdampak negatif pada perkembangan anak.

kembali